Merajut Koalisi Parpol Jelang Pemilu 2009

Meski pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres) masih jauh namun elite politik sudah berancang-ancang menjalin aliansi politik. Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) DPP PDI-P Taufik Kiemas, secara eksplisit mengutarakan keinginan partainya “melamar” kader Partai Golkar (BP, 18/10). Sementara dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar sebagian besar elite ingin mengajukan calon presiden (capres) dari internal partai, namun beberapa elite lain ingin menyandingkan kembali duet SBY-JK pada pilpres 2009 (BP, 20/10).

Continue reading

Leave a Comment

Filed under pemilu

Politisi “Lompat Pagar”

Tahap pencalegan jelang pemilu 2009 menyedot cukup banyak perhatian. Selain  dimeriahkan selebritis, proses nyaleg makin riuh dengan aksi “lompat pagar” sejumlah politisi. Politisi yang sebelumnya terlihat loyal dengan partai tertentu kini ramai-ramai menyempal ke partai lain.

Continue reading

Leave a Comment

Filed under politik

Demokrasi dibajak Elite Politik

Tigapuluh empat (34) parpol resmi berlaga pada pemilu 2009. Genderang kampanye pun telah ditabuh. Iklan politik silih berganti di layar kaca. Atribut partai bertebaran dimana-mana. Tapi tiap kali hajatan politik lima tahunan tiba rakyat sering bertanya akankah hasil pemilu kali ini lebih baik dari pemilu-pemilu sebelumnya? Akankah pemilu 2009 melahirkan para wakil rakyat yang benar-benar membela kepentingan rakyat?

Continue reading

Leave a Comment

Filed under pemilu

Demokrasi di Bawah Bayang-bayang Tirani Modal

Bali Post, 18 Maret 2008

DALAM benak Made Jinahsebut saja begitutidak pernah terlintas jadi pejabat politik. Satu-satunya obsesi hidup Made selepas bangku kuliah adalah jadi pengusaha di kampungnya. Bertahun-tahun bergelut usaha mimpi Made jadi kenyataan. Kini Made jadi pengusaha kelas wahid. Tidak hanya relasi bisnis yang meningkat, relasi politik pun bertambah. Parpol kesohor yang kembang-kempis dananya menawarkan jabatan empuk buat Made. Libido politik Made pun terlecut. Made berhasrat menyandingkan ekonomi dan politik, uang dan kekuasaan. Terbayang di kepalanya bila kedudukan politik berhasil direngkuh maka kedudukan ekonomi pun bertambah kuat. Made bernasib mujur, dalam pemilihan kepala daerah Made keluar sebagai pemenang. Apakah kehadiran Made Jinah jadi pejabat politik bermanfaat atau justru malapetaka bagi rakyat di daerahnya?

—————-

Continue reading

Leave a Comment

Filed under politik

Sistem Pemilu, akankan Membuat Kecewa?

Bali Post, 2 Februari 2008

PEMILU telah empat tahun berlalu bahkan setahun lagi pemilu berikutnya akan tiba. Namun upacara demokrasi lima tahunan itu, masih menyisakan penyesalan bagi Ketut Sujati (40) –sebut saja demikian–yang dua kali nyaris menjadi wakil rakyat. Jejak prestasinya membuat kagum pendukung setia di daerahnya, selain sebagai aktivis partai yang vokal, dia juga bergelut di beberapa organisasi sosial. Selain berpendidikan, taraf ekonomi keluarganya pun cukup memadai. Wajahnya pun acapkali menghiasi koran lokal. Yang membuat Sujati dongkol, bukan karena dia kalah dalam urusan pendukung, tetapi karena namanya dalam daftar calon legislatif (caleg) berada di bawah kader lainnya, maka ia harus berlapang dada memberikan perolehan suaranya. Memang dalam sistem proporsional tertutup pemilu 1999 dan proporsional terbuka setengah 2004, hasil pemilu masih ditentukan oleh posisi dibandingkan prestasi sang kader, Caleg tadi merasa seperti dirampok dengan halus.

Continue reading

Leave a Comment

Filed under pemilu